Minggu, 29 Oktober 2017

LAWAN BULLYING, SEBAB DIAM BUKAN PILIHAN

sumber: gauthemen.blogspot.co.id

Belum hilang dari ingatan kita kasus bullying siswi SMP di MH Thamrin yang viral pada bulan juli lalu, kini kembali beredar video bullying seorang siswi SMA di Palembang. Tidak tanggung-tanggung, video bullying tersebut disiarkan secara langsung via Instagram. Sungguh kejadian yang membuat kita mengelus dada. Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam melalui situs resmi KPAI menyatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2015 menurun, namun kasus bullying pada anak justru meningkat. Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasa Putra dalam situs CNN Indonesia menjelaskan, sejak tahun 2011 hingga 2016 pihaknya telah menemukan sekitar 23 ribu kasus kekerasan fisik dan psikis terhadap anak. Namun, khusus untuk bullying, tercatat ada sekitar 253 kasus. Jumlah tersebut terdiri dari 122 anak yang menjadi korban dan 131 anak yang menjadi pelaku. 
Hingga Kementerian Sosial pun memberikan perhatian khusus pada kasus bullying. Dari data survey kemsos dalam situs CNN Indonesia ditemukan data sebanyak 84% anak usia 12 hingga 17 tahun pernah menjadi korban bullying. Selain itu dari layanan yang dibuka kemsos melalui telepon sahabat anak atau TESPA sejak januari hingga 15 juli, tercatat ada 976 pengaduan dan 117 diantaranya adalah kasus bullying
Data-data diatas belum termasuk kasus-kasus bullying yang tidak laporkan. Sebab, tidak semua korban bullying memiliki keberanian untuk melaporkan bullying yang dialaminya. Berikut merupakan ulasan penulis tentang bullying
sumber: pelatihanparenting.com


Pengertian Bullying
Bullying berasal dari kata bull yang artinya banteng. Seperti kita ketahui banteng mempunyai sifat suka menyerang dengan bringas menggunakan tanduknya. Menurut Kamus Inggris Indonesia, bully  berarti menggertak, mengganggu orang yang lemah. Menggertak berasal dari kata gertak, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, gertak memiliki makna teriakan atau suara dengan nada tinggi untuk menakut-nakuti, sedangkan menggertak memiliki arti menakut-nakuti dengan kata-kata atau suara keras. Mengganggu mempunyai arti menggoda, membuat tidak tenang. Secara luas Wikipedia Indonesia menerjemahkan bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Berdasarkan paparan di atas, bullying bisa diartikan sebagai tindakan mengganggu atau menindas orang yang lemah dengan semena-mena dengan tindakan berupa kekerasan, baik fisik maupun psikis, ancaman,baik secara lisan maupun tulisan, dan paksaan.
Bullying sendiri merupakan istilah yang baru populer beberapa tahun belakangan untuk mengemas tindakan serupa yang parktiknya telah berlangsung lama. Ya, praktek bullying telah ada bertahun-tahun yang lalu. Menurut pengamatan saya, tindakan bullying semakin berani dari tahun ke tahun. Dulu, pelaku bullying melakukan tindakannya dengan sembunyi-sembunyi, namun kini pelaku bullying berani dengan terang-terangan memvideokan tindakannya, bahkan berani menyiarkannya secara langsung di media sosial seperti instagram. Sungguh sangat memprihatinkan.
lalu apa beda bullying dengan bercanda? Dari survei yang dilakukan PESONA terhadap 100 orang dari berbagai profesi di bulan Agustus 2016, bullying itu berbeda dari bercanda karena bullying:
1.    Memberi rasa tidak nyaman kepada orang yang jadi objek bercanda. Berbeda dari tersinggung, ketidaknyamanan ini terasa menganggu.
2.    Merendahkan dan menghina. Jadi, bercanda dengan dua hal tersebut sama sekali tak bisa ditoleransi.
3.    Memojokkan objek bercanda sebagai tujuan atau topik utamanya. Apalagi jika sudah main fisik.
4.    Memuaskan satu pihak saja. Namanya bercanda, harusnya kita sama-sama tertawa senang. Tapi jika hanya memuaskan satu pihak, sementara pihak lain jadi bulan-bulanan, itu bisa dikategorikan sebagai bullying.
5.    Dilakukan berulang kali. Menurut Adiyat Yori, aktivis anti-bullying dari Sudahdong.com, perbedaan antara bercanda dan bullying itu adalah bulllying dilakukan berulang kali kepada objek yang sama.
Bentuk-bentuk Bullying
Andrew Mellor dalam situs KPAI menjelaskan bahwa ada beberapa jenis bullying, yakni:
(1) bullying fisik, yaitu jenis bullying yang melibatkan kontak fisik antara pelaku dan korban. Perilaku yang termasuk, antara lain: memukul, menendang, meludahi, mendorong, mencekik, melukai menggunakan benda, memaksa korban melakukan aktivitas fisik tertentu, menjambak, merusak benda milik korban, dan lain-lain. Bullying fisik adalah jenis yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi dibandingkan bullying jenis lainnya;
(2) bullying verbal melibatkan bahasa verbal yang bertujuan menyakiti hati seseorang. Perilaku yang termasuk, antara lain: mengejek, memberi nama julukan yang tidak pantas, memfitnah, pernyataan seksual yang melecehkan, meneror, dan lain-lain. Kasus bullying verbal termasuk jenis bullying yang sering terjadi dalam keseharian namun seringkali tidak disadari;
(3) bullying relasi sosial adalah jenis bullying bertujuan menolak dan memutus relasi sosial korban dengan orang lain, meliputi pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Contoh bullying sosial antara lain: menyebarkan rumor, mempermalukan seseorang di depan umum, menghasut untuk menjauhi seseorang, menertawakan, menghancurkan reputasi seseorang, menggunakan bahasa tubuh yang merendahkan, mengakhiri hubungan tanpa alasan, dan lain-lain;
(4) bullying elektronik merupakan merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan melalui media elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS, dan lain-lain. Perilaku yang termasuk antara lain menggunakan tulisan, gambar dan video yang bertujuan untuk mengintimidasi, menakuti, dan menyakiti korban. Contoh cyber bullying yaitu bullying lewat internet.
Cyber bullying semakin marak belakangan ini. Sebagai contoh adalah cyber bullying yang dialami oleh Afi Nihaya Faradisa yang menggemparkan facebook beberapa waktu yang lalu. Afi dibully karena status-statusnya yang kontroversial dan dianggap memplagiasi karya orang lain. Cyber bullying yang dialaminya sangat menggangu psikologisnya. Afi merasa sedih, terganggu, dan tertekan. Bagaimanapun bentuknya tindakan bullying tidak dibenarkan dan tak ada satu orang pun yang layak untuk dibully.


Dampak Bullying
Saya teringat dengan kisah Amanda Todd, remaja asal Kanada ini tewas bunuh diri karena tidak kuat menanggung bully yang dialaminya. Amanda ditemukan bunuh diri dengan cara menggantung diri. Ternyata percobaan bunuh diri Amanda ini bukan yang pertama kalinya. Amanda pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri karena kejadian bullying yang dialaminya. Amanda pun memposting video tentang bullying yang dialaminya sebelum bunuh diri.


 Berikut merupakan dampak bullying bagi korban:
·      Munculnya berbagai masalah psikis, seperti cemas, gelisah, gangguan tidur, hingga deperesi.
·      Munculnya masalah kesehatan, seperti sakit kepala, sakit perut, kerja jantung menjadi lebih berat
·      Korban bulllying akan mengalami penurunan prestasi akademis dan semangat belajarnya pun akan berkurang.
·      Korban bullying akan merasa tidak aman dan merasa cemas berlebihan
·      Korban bullying akan mengalami trauma yang bisa terbawa hingga dewasa
·      Korban bullying bisa jadi akan membalas dendam, sehingga dia pun akan menjadi pelaku bullying
·      Pada kasus yang parah bullying bisa membuat korban putus asa dan melakukan tindakan yang membahayakan nyawanya, seperti bunuh diri

Peran Orang Tua, Guru, dan Pemerintah untuk Mencegah Bullying
Orang tua mempunyai peranan yang penting bagi pencegahan bullying. Namun entah disaari atau tidak, justru orang tualah pelaku pertama bullying, meskipun saya yakin orang tua tidak bermaksud demikian. Sebagai contoh, ada orang tua yang memanggil anaknya dengan sebutuan ‘si gendut’. Panggilan tersebut dilakukan berulang-ulang, bahkan anggota keluaarga lain maupun teman-temannya ikut memanggil demikian. Hingga timbulah rasa tidak percaya diri pada anak. Sehingga sebaiknya sebagai orang tua tidak dianjurkan memanggil anak dengan sebutan serupa. Berikut merupakan peranan orang tua dalam mencegah bullying:
1.   Tanamkan nilai-nilai agama kepada anak. Nilai agama yang tertanam kuat pada anak adalah kontrol untuk setiap tindakan anak.
2.   Orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anak, sehingga anak bisa dengan bebas menceritakan apapun kepada orang tua.
3.   Orang tua hendaknya memberikan contoh yang baik, sebab anak adalah peniru ulung. Anak akan meniru cara orang tua berbicara, berperilaku, hingga cara orang tua menghadapi suatu masalah. Maka berikanlah contoh yang baik kepada anak
4.   Mengajarkan anak tentang cara menghormati orang lain. Beritahu anak untuk tidak membeda-bedakan maupun mempermasalahkan perbedaan dengan sesamanya, seperti perbedaan agama dan ras.
5.   Mengajari anak untuk berempati kepada sesama
6.   Berikan anak pujian bila melakukan suatu kebaikan
7.   Jangan membanding-bandingkan anak dengan saudara atau temannya. Karena setiap anak adalah unik.
8.   Latih anak untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.
Selain orang tua, lingkungan sekolah mempunyai peran yang sangat besar terhadap kasus bullying  pada anak. Sekolah merupakan salah satu tempat menjamurnya bullying. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Siswati di SD Negeri Semarang, 37,55% siswa dari kelas 3 sampai kelas 6 pernah menjadi korban bullying. 42,5% diantaranya mengalami bullying secara fisik. Sungguh angka yang sangat memprihatinkan. Sehingga sudah seharusnya sekolah dan komponen didalamnya, termasuk guru, memberikan rasa aman kepada peserta didiknya. Guru adalah orang tua kedua bagi siswa. Guru utamanya guru kelas/wali kelas/BK mempunyai peranan yang sangat penting untuk mencegah terjadinya tindakan bullying. Peran guru antara lain:
1.   Guru bisa menjadi teman curhat bagi siswa. dengan adanya komunikasi antara guru dan siswa diharapkan bisa mencegah tindakan bullying dan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh siswa
2.   Guru mengajarkan siswa tentang cara menghormati, bertoleransi, dan menghargai perbedaan antar siswa
3.   Guru mampu menjadi tauladan yang baik bagi siswa.
4.   Guru hendaknya menjadi tempat yang bisa dipercaya siswa, sehingga ketika anak dibully mereka tidak ragu untuk melaporkannya kepada guru.
5.   Guru dan sekolah hendaknya menindak tegas setiap perbuatan bullying yang terjadi di sekolah dan memberikan efek jera kepada pelaku, sehingga pelaku tidak mengulangi perbuatannya.
Pemerintah pun nampaknya tidak tinggal diam. Presiden Joko Widodo dalam situs KPAI menaruh perhatian yang serius terhadap kasus bullying. Tak ketinggalan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun mengeluarkan Peraturan yang tertuang dalam Permendikbud nomer 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Seperti kita ketahui masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru merupakan waktu dimana bullying banyak terjadi. Sehingga Kemendikbud mengeluarkan peraturan yang salah satunya berisi larangan pemakaian atribut seperti: tas karung, tas plastik, aksesoris kepala yang tidak wajar. Selain larangan menggunakan atribut tertentu, Kemendikbud juga melarang beberapa aktivitas seperti memberikan hukuman yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik. Pemakaian atribut serta  beberapa kegiatan tersebut dilarang karena berpotensi menimbulkan bullying bagi siswa baru. Mengingat bahwa siswa baru adalah sasaran empuk bullying bagi para senior. Sebagai contoh kasus  bullying fisik terhadap Ary salah satu siswa SMA di jakarta yang dianiaya oleh kakak kelasnya saat Masa Orientasi Siswa (MOS). (sumber okezone)
Lampiran Permendikbud
Tentunya pencegahan dan pemberantasan bukanlah hal yang mudah, ibaratnya seperti memutus lingkaran setan. Sehingga diperlukan kerja sama dari semua pihak yang terlibat. Termasuk di dalamnya adalah keberanian korban bullying untuk melaporkan kejadian bullying yang dilaminya, sebab diam bukan pilihan.
sumber: ourcanadaproject.ca

Diam Bukan Pilihan
Tindakan bullying pun pernah saya alami sewaktu menduduki jenjang SMP, saya dengan tampilan fisik yang mungkin menurut beberapa orang termasuk ‘kurang menarik’ adalah sasaran empuk bagi pelaku bullying. Beberapa teman pernah mengolok-olok fisik saya yang mereka anggap tidak cantik. Namun hal itu tak berlangsung lama, sebab ketika mengetahui kemampuan akademis saya, sikap mereka berubah 180o. mereka pun menjadi lebih ramah karena memiliki maksud tersembunyi, yaitu supaya saya membantu mereka dalam permasalahan akademis, seperti memberikan contekan PR, memberikan jawaban ulangan dan sebagainya. Namun saya pun tak semudah itu memberikan apa yang mereka mau, hingga akhirnya mereka pun mulai membully saya lagi dengan olok-olokan hingga mencoret-coret LKS dan buku yang saya miliki. Tindakan bullying  tersebut akhirnya berhenti saat saya bersikap tegas dan melawan, rupa-rupanya mereka hanya menggertak saja dan tidak berani bertindak lebih jauh.
Rupanya kisah saya diatas jauh lebih beruntung dibandingkan dengan teman saya, sebut saja si A yang berada di kelas yang berbeda. Hingga lulus SMP, si  A tersebut selalu menutup mulutnya dengan menggunakan sapu tangan. Kejadian bermula dari si A yang menyukai seorang siswa sebut saja si B, namun si B bukannya membalas cinta si A, malah balik mengolok-olok si A dengan sebutan gadis berbau mulut. Bahkan si B pun mengolok-olok si A di depan umum. Semenjak kejadian itu si A pun mengisolasi dirinya dari pergaulan dan selalu menutup mulutnya dengan menggunakan sapu tangan. Kami pun sebagai teman takut dan hanya berdiam diri melihat kejadian tersebut, pasalnya si B sangat popular dan berkuasa di sekolah kami. Hingga kini, hampir 15 tahun berselang, kami pun tidak mengetahui keadaan dan keberadaan si A, karena setelah lulus SMP si A tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Kejadian yang dialami si A tersebut merupakan contoh bullying berupa bullying verbal yang mempengaruhi psikologis korbannya bahkan tak menutup kemungkinan akan mempengaruhi masa depan korban bila tidak terselesaikan dengan baik.
Kejadian yang dialami A mungkin akan lain ceritanya bila A berani melaporkan kejadian yang dialaminya. Sebab diam bukan pilihan. Melaporkan tindakan bullying bukanlah tindakan pengecut, sebab tindakan tersebut berhubungan dengan masa depan dan hak seseorang. Jika anda menjadi korban bullying beranikanlah untuk melaporkan kejadian yang anda alami. Bila anda di rumah, laporkanlah pada orang tua. Bila anda di sekolah laporkanlah pada guru anda. Berikut tips menghindari bullying fisik dari psikolog Mellisa Grace yang dikutip dari facebook Kerlip Melati.



Berikut merupakan video tips mencegah dan menghentikan bullying

Sekali lagi, jangan diam. Diam bukan pilihan. Baik bila kita diposisi korban maupun saksi yang melihat kejadian bullying. Laporkan kepada orang tua, guru, atau pihak berwajib.
LembagaPerlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Lalu bagaiman bila korban bullying tidak mempunyai tempat untuk melaporkan bullying yang dialaminya? Jawabannya adalah LPSK. LPSK merupakan lembaga mandiri yang didirikan dan bertanggung jawab untuk menangani pemberian perlindungan dan bantuan pada saksi dan korban. LPSK dibentuk berdasarkan UU No. 13 Tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban.
Jadi jangan ragu lagi untuk melawan bullying dengan cara yang benar, yakni dengan cara melaporkannya, sebab diam bukan pilihan. LPSK siap melindungi. Semoga bermanfaat.
#DiamBukanPilihan
#LPSKMelindungi


This entry was posted in

Sabtu, 21 Oktober 2017

DAIKIN, Pilihan Cermat untuk AC Hemat, Tagihanpun Bersahabat

Cuaca panas dewasa ini amat tidak bersahabat, bagaimana tidak, hampir 3 bulan hujan tidak kunjung turun. Kekeringan dan panas terasa dimana-mana. Tak terkecuali di rumah kami yang lokasinya di dekat pantai. Sepanjang hari kami merasakan panas yang berkepanjangan hingga keringat bercucuran, bahkan sehabis mandi pun masih terasa panas dan gerah, seakan langsung menguap air yang menempel di tubuh. Situasi tersebut menyebabkan kami, terutama bayi saya tidak pulas tidurnya. Bahkan panas tersebut menyebabkan keringat berlebih yang menyebabkan biang keringat pada buah hati saya. Akibatnya bayi saya menjadi rewel sepanjang hari.
AC Daikin

Lalu bagaimana solusi kami untuk meminimalisir dampak panas berkepanjangan tersebut? Ternyata ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak panas tersebut, antara lain memasang AC. Namun, saya jadi berfikir ulang untuk memasang AC, disamping harga AC yang lumayan mahal, biaya listrik per bulan yang pastinya akan turut membengkak. Apalagi biaya listrik itu merupakan biaya yang dibayarkan rutin alias setiap bulan. Hal tersebut tentunya akan membuat kantong kami menjadi bolong. Akhirnya saya pun mencari informasi di tentang AC yang biaya listrik per bulannya bersahabat alias hemat.

Biang keringat pada anak saya

Pilihan saya jatuh pada AC Daikin Inverter. AC Daikin inverter merupakan salah satu jenis dari AC Daikin yang kualitasnya telah mendunia dan dijual lebih dari 140 negara. AC Daikin didistribusikan oleh PT Daikin Air conditioning Indonesia yang didirikan pada tahun 2012 dibawah naungan PT Daikin Global yang menyediakan produk berkualitas dunia. PT Daikin Indonesia memiliki 6 cabang jaringan distribusi dan lebih dari 600 dealer di seluruh Indonesia. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta, tepatnya di Wisma Keiai, 18th floor, jalan Jend Sudirman Kav. 3 Jakarta Pusat.
Keunggulan AC Daikin Inverter antara lain:
1.      AC Cepat dingin
pernah nggak sih ngidupin AC selama beberapa waktu sebelum memasuki ruangan supaya dingin terlebih dahulu? Kalo pernah coba deh menggunakan AC Daikin, sebab AC Daikin cepat dingin, baru ngidupin aja udah terasa dinginnya.
2.      AC Hemat Energi
Dengan teknologi Inverter, AC Daikin semakin menunjukkan kepada dunia bahwa perbaikan teknologi selalu dilakukan oleh pabrikan asal Jepang ini. AC Daikin Inverter diciptakan untuk hadirkan kesejukan maksimal dengan pemakaian listrik minimal, sehingga Anda bisa berhemat untuk mewujudkan lebih banyak lagi keceriaan keluarga. AC Daikin Inverter mampu menghadirkan kesejukan lebih cepat dan konsumsi energi stabilnya dapat menghemat listrik hingga 50%. Mengapa teknologi Inverter bisa menghemat energi listrik? Teknologi Inverter pada kompresor membuat kerja kompresor dalam kecepatan tinggi ketika kebutuhan pendinginan Dalam ruangan tinggi, dan menyesuaikan dalam kecepatan rendah ketika kebutuhan pendinginan ruangan rendah. Hal ini membuatteknologi Inverter dapat menghemat listrik.
3.      AC Ekonomis
Fakta seputar AC Mengapa AC Daikin Bisa Jauh Lebih Ekonomis.
1. Sekitar 50% dari tagihan listrik Anda berasal dari penggunaan AC.
2. AC Daikin Inverter dapat membantu Anda menurunkan pemakaian listrik hingga 50%.
AC Hemat

4.      AC Ramah Lingkungan
AC Daikin inverter adalah AC yang ramah lingkungan sebab dirancang untuk menekan tingkat kebisingan akibat motor kompresor yang terus berputar.  AC Daikin berputar lebih ringan sehingga suara yang dihasilkan lebih halus. Jadi lebih nyaman dan tidak berisik.

Jadi tidak perlu ragu lagi memasang AC Daikin di rumah anda. Kalau AC ya Daikin ahlinya.
This entry was posted in

Selasa, 10 Oktober 2017

Melangkah Lebih Profesional dengan ASUS VivoBook S (S510)

            Teknologi dewasa ini telah merambah di segala lini kehidupan, tak terkecuali di bidang pendidikan. Pendidikan dan teknologi seakan menjadi dua bagian yang tak terpisahkan. Dengan adanya teknologi dunia pendidikan menjadi lebih berwarna. Hal tersebut pun juga dirasakan para guru yang merupakan bagian dari dunia pendidikan.
Dahulu guru melakukan pembelajaran konvesional di kelas dengan metode ceramah yang membuat murid cepat bosan. Namun sekarang guru menjadi lebih profesional dengan menerapkan teknologi dalam pembelajarannya. Contohnya, guru bisa menggunakan power point sebagai media pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa pun tidak mudah bosan. Selain itu, siswa pun bisa mencari sumber ilmu dan informasi dengan menggunakan teknologi internet. Sehingga teknologi sangat membantu guru dalam melaksanakan tugasnya.

Kemajuan teknologi pun sangat saya rasakan manfaatnya. Profesi saya sebagai guru kimia sangat menuntut penggunaan teknologi. Salah satu peralatan teknologi yang sangat saya butuhkan dalam melaksanakan tugas adalah notebook. Notebook seakan tak terpisahkan dalam hidup saya. Setiap hari saya membawa notebook ke sekolah, untuk mengajar di kelas maupun mengerjakan tugas lainnya. Berikut merupakan kegunaan notebook bagi saya:
1.      Untuk mengerjakan admisnistrasi guru, seperti pembuatan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, program tahunan.
2.      Untuk membuat media pembelajaran seperti power point
3.      Untuk membuat absensi siswa
4.      Untuk membuat senyawa-senyawa kimia melalui aplikasi seperti chem office
5.      Untuk membuat senyawa menjadi tiga dimendi dengan menggunakan aplikasi macromedia flash
6.      ­untuk membuat penilaian dan analisisnya
asus vivobook s15 s510uq
Saat ini saya masih menggunakan notebook jadul yang saya beli beberapa tahun yang lalu. Notebook yang saya gunakan sudah tidak pas lagi digunakan, sebab baterainya yang telah usang dan kinerjanya yang lelet, sehingga notebook yang saya gunakan bukannya mempermudah malah memperlama pekerjaan saya. Untuk mengerjakan tugas-tugas di atas tentunya harus didukung notebook yang mumpuni dan canggih. Menurut saya notebook yang pas untuk membantu pekerjaan tersebut adalah notebook dari ASUS, yakni VivoBook S S510UQ. Memiliki VivoBook S S510UQ merupakan impian saya. Sebab dengan ASUS VivoBook S15 S510UQ saya akan menjadi lebih profesional dalam melaksanakan tugas saya sebagai guru. Namun karena masih banyaknya pengeluaran, mempunyai VivoBook S S510UQ masih menjadi mimpi bagi saya.

MENGAPA ASUS VivoBook S S510UQ MENJADI NOTEBOOK IMPIAN SAYA?
1.      ASUS telah menghadirkan tipe VivoBook yang menawarkan kemampuan tinggi
ASUS VivoBook S diluncurkan bertepatan dengan acara The Edge of Beyond-Computex 2017 Press Event beberapa bulan yang lalu. Pabrikan asal Taiwan ini menghadirkan berbagai macam fitur canggih yang sangat beragam, mulai dari prosesor Intel® Core™  i5 terbaru, Hybrid Storage, Konektivitas komplit, tampilan NanoEdge, keyboard backlit ergonomis hingga sensor sidik jari. Tentunya fitur-fitur tersebut menjadi pesona tersendiri bagi para penggemarnya. Selain itu dibandingkan dengan harga kompetitornya, harga ASUS VivoBook S S510UQ lebih terjangkau.
keyboard asus vivobook s15 s510uq

2.      Fitur-fitur ASUS VivoBook S S510UQ sangat menarik
Berikut merupakan fitur dari ASUS VivoBook S S510UQ yang membuat saya kepincut ingin memilikinya:

Prosesor Intel Core i5 generasi ke-7 yang bertenaga
ASUS VivoBook S 15 didukung oleh prosesor Intel® Core™  i5 terbaru, dengan RAM 4GB DDR4 2133MHz, dengan kemampuan tersebut tentunya akan mempermudah dan memperlancar pengerjaan tugas guru tanpa lelet dan lemot
Grafis berbasis Nvidia GeForce
ASUS VivoBook S S510UQ dilengkapi dengan grafis berbasis Nvidia GeForce 940MX yang membuatnya semakin unggul dan mumpuni. Sehingga gambar molekul-molekul kimia yang saya buat menjadi lebih jelas dan lebih tajam warnanya.
Layar gede
asus vivobook layar gede
ASUS dilengkapi dengan layar 15,6 inchi namun dengan dimensi lebih kecil yakni 14 inchi. Dengan ukuran tersebut tentunya sangat memudahkan guru saat membuat daftar nilai yang pastinya membutuhkan layar besar supaya tidak terputus. Layarnya pun didukung dengan teknologi wide view hingga 178 derajat dengan warna dan kontras yang tajam saat dilihat dari sudut manapun. Saya yakin murid pun akan terkesima melihat penampilannya.

Body tipis dan ringan
Dengan berat hanya 1,7 kg dan ketebalan hanya 17,9 mm tentunya membuat ASUS VivooBook S S510UQ ini sangat ringan saat dibawa. Tentunya hal tersebut memberikan kemudahan bagi guru yang sering pindah dari kelas satu ke kelas yang lain dengan bawaan seabreg seperti buku palajaran, buku administrasi, daftar hadir, dan lain sebagainya.
asus memeiliki body tipis dan ringan

Keyboard yang nyaman digunakan
ASUS VivoBook S S510UQ dilengkapi dengan keyboard yang empuk, tidak kaku dan dilengkapi dengan backlit yang kece. Jarak antar tombol pun telah didisain sedemikian rupa sehingga lebih leluasa dalam mengetik. Dengan kelebihan tersebut tentunya menjadi nilai plus bagi guru yang sering melakukan pengetikan dalam waktu yang lama sehingga tidak mudah lelah.
Keyboard ASUS VivoBook S15 s510uq

Baterai hemat dengan pengisian kilat
Kadangkala saat mengajar dengan menggunakan laptop, saya terkendala dengan kelas yang tidak ada tempat untuk ngecas, sehingga pelajaran menjadi terbengkalai saat laptop tiba-tiba mati. Karena kehabisan baterai. Namun bila saya menggunakan ASUS VivoBook S S510UQ tentunya hal tersebut tidak akan terjadi, sebab notebook ini memiliki baterai yang tahan lama. Pengisanpun berlangsung lebih cepat karena dilengkapi dengan teknologi quick charging.

Audio keren memanjakan telinga
ASUS VivoBook S S510UQ dilengkapi dengan teknologi ASUS SonicMaster yang mempersembahkan audio terbaik yang siap memanjakan telinga. Suara yang dihasilkan sangat jernih dan cocok sekali untuk mendengarkan suara-suara dari video pembelajaran. Dijamin murid pun bakalan melek dan tidak ngantuk selama pelajaran berlangsung.

Kapasitas super
Dengan kapasitas HDD yang besar tentunya notebook ini akan muat untuk menyimpan file-file besar seperti video pembelajaran yang jumlahnya sangat banyak.

Konektivitas komplit
ASUS VivoBook S S510UQ dilengkapi dengan port USB 3.1 yang membuat perangkat terhubung dengan lebih cepat. Disamping itu ASUS VivoBook S S510UQ juga dilengkapi dengan slot kartu HDMI dan slot SD card yang mudah dan cepat bila dihubungkan dengan berbagai perangkat periferal dan proyektor. Wow kemudahan tersebut sangat pas bila murid-murid mengantre untuk mengkopi file jadi lebih cepat deh.

Tidak cepat panas
Ada hari-hari tertentu jadwal mengajar saya full dari pagi hingga siang. Laptop yang saya gunakan pun dituntut kerja nonstop. Akibatnya laptop jadi cepat panas dan mudah rusak. Namun bila saya kelak memiliki ASUS VivoBook S S510UQ tentunya akan sangat membantu saya, sebab ASUS telah dilengkapi dengan teknologi ASUS icecool yang membuat pendinginan lebih efisien sehingga tidak mudah panas.
Spesifikasi ASUS VivoBook S S510
Main Spec.
ASUS VivoBook S S510
CPU
Intel® Core™ i5 7200U Processor (3M Cache, up to 3.1GHz)
Operating System
Endless OS
Memory
4GB DDR4 RAM
Storage
128GB SATA 3 M.2 SSD + 1TB HDD
Display
15,6” (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) with slim bezel
Graphics
Discrete graphics Nvidia GT940MX 2GB VRAM
Input/Output
1 x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1 x Fingerprint (On selected models), 1 x HDMI, 1 x USB 3.0 port(s), 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 2 x USB 2.0 port(s)
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio
Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Premium Technology
Battery
3 Cells 42 Whrs Battery
Dimension
(WxDxH) 361.4 x 243.5 x 17.9 mm
Weight
1,7Kg with Battery
Colors
Icicle Gold
Price
Rp. 9.799.000
APA YANG SAYA LAKUKAN BILA SAYA MEMPUNYAI ASUS VivoBook S S510UQ?
Dengan segala keunggulan yang dimiliki oleh ASUS VivoBook S S510UQ tentunya akan ada banyak yang bisa saya lakukan, apalagi hal-hal yang berhubungan dengan profesi saya sebagai guru, seperti: 
  • Saya bisa mengajar dengan metode yang menarik dengan menggunakan ASUS VivoBook S S510UQ sehingga siswa saya lebih memahami pelajaran
  • Saya bisa membuat model molekul dengan bentuk dan warna yang tajam, sehingga siswa saya pastinya akan lebih mudah membayangkan molekul-molekul tersebut
  • Saya bisa mengetik administrasi dengan aman dan nyaman dalam waktu yang lama tanpa tangan merasa pegal. 
  • Saya bisa membuat media pembelajaran tanpa harus khawatir notebook jadi lelet 
  • Saya bisa mendownload media pembelajaran yang banyak tanpa takut kapasitas akan penuh
  • Saya bisa mengajar dengan tenang tanpa takut notebook menjadi panas dan kehabisan baterai alias ngedrop
  • Dan masih banyak lagi hal-hal yang ingin saya explore bila saya memiliki ASUS VivoBook S S510UQ
    Tentunya dengan didukung oleh perangkat yang mumpuni seperti ASUS VivoBook S15 S510UQ pekerjaan saya lebih menjadi lebih mudah dan baik. Sehingga saya bisa melangkah dari guru konvensional yang hanya ceramah di kelas, menjadi guru yang profesional yang tidak hanya melakukan metode ceramah, namun juga memanfaatkan teknologi dalam proses belajar. Hal tersebut tentunya tidak hanya memberi keuntungan pada saya, namun juga bagi peserta didik saya. So, mari melangkah lebih profesional dengan ASUS VivoBook S15 S510UQ. 
    This entry was posted in