Jumat, 10 November 2017

Green Chemistry, Caraku untuk Mensukseskan Program Langit Biru




Pertamina mencanangkan program langit biru sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Nama program langit biru berasal dari proyek besar dan strategis yang diberi nama Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) yang tujuannya adalah meningkatkan kualitas BBM dari premium (RON 88) menjadi pertamax (RON 90). RON adalah kepanjangan dari Research Octane Number atau angka oktan. Angka oktan inilah yang menentukan kualitas BBM. Semakin tinggi angka oktan, semakin bagus kualitas bensin, maka semakin ramah terhadap lingkungan. Jadi tujuan dari program langit biru adalah membuat bahan bakar yang ramah terhadap lingkungan sehingga kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat, dan langitpun tetap biru. Berikut merupakan perbandingan premium (RON 88) dengan pertamax (RON 90).
Perbandingan
Premium (RON 88)
Pertamax (RON 90)
Knocking/ketukan
Dapat menyebabkan knocking dalam mesin kompresi tinggi sehingga terjadi pemborosan
Mampu menerima tekanan pada mesin kompresi tinggi sehingga hasil lebih maksimal
Gas buang
Mengahasilkan gas NOx dan COx dalam jumlah besar yang menyebabkan pencemaran lingkungan
Mengahasilkan gas NOx dan COx dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan premium

Proyek PLBC Pertamina ini telah memasuki fase konstruksi ke-17 dari keseluruhan jangka waktu yang sudah direncanakan. Pekerjaan yang dilakukan pada fase ini antara lain mengecek kondisi tanah dari bahan-bahan yang sudah tertanam sebelumnya serta penebangan pohon di sekitar area pembangunan. Namun pertamina memiliki komitmen yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan, sehingga pohon yang ditebang tersebut di data jumlahnya dengan tujuan untuk dilakukan penanaman pohon kembali sesuai dengan jumlah pohon yang ditebang. Batang pohon yang telah ditebang disumbangkan ke komunitas ataupun masyarakat yang tinggal di sekitar kilang. Jadi proyek langit biru ini adalah proyek yang patut kita acungi jempol dan tentunya harus kita dukung pelaksanaannya.
Lalu bagaimanakah cara saya untuk ikut mensukseskan program langit biru?
Sebagai seorang guru terlebih guru kimia, saya sadar, di tangan para pendidiklah generasi-generasi langit biru dilahirkan. Generasi-generasi masa depan yang cerah, optimis, dan penuh dengan harapan-harapan baru. Saya pun tidak tinggal diam, dengan langkah kecil namun konsisten saya berharap generasi langit biru yang berkualitas akan hadir. Salah satunya adalah membiasakan sikap cinta lingkungan. Saya pun menerapkan gerakan cinta lingkungan tersebut dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Salah satunya adalah menerapkan konsep green chemistry sebagai salah satu metode praktikum, sehingga penggunaan bahan-bahan kimia yang berpotensi menimbulkan pencemaran bisa diminimalisir dan lebih ramah lingkungan.
generasi langit biru
Praktikum kimia identik dengan penggunaan bahan-bahan yang sifatnya berbahaya, contohnya NaOH atau yang dikenal dengan nama soda api. NaOH merupakan bahan kimia dengan label berbahaya. Bahan kimia dengan label silang (berbahaya) adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan apabila kontak dengan kulit, dihirup, atau ditelan.
Selain NaOH, Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kimia SMA antara lain, H2SO4, HCl, H2O2, FeCl3 dan bahan-bahan lainnya. Bahan tersebut berpotensi menimbulkan limbah bila tidak dikelola dengan benar. Meskipun limbah sisa praktikum tidak banyak namun bila diakumulasikan bisa menumpuk dan bisa membahayakan lingkungan. Semakin sering praktikum, maka semakin banyak limbah yang dihasilkan. Pada kenyataannya tidak semua laboratorium sekolah dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah. Sehingga Green chemistry adalah solusi untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya.
Adapun manfaat praktikum kimia hijau atau Green chemistry antara lain:
- Tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, sehingga lebih aman.
- Resiko bahaya praktikum lebih sedikit
- Lebih hemat, karena menggunakan bahan-bahan yang berasal dari kehidupan sehari-hari
- Ramah lingkungan (hasil samping / dampak praktikum tidak mencemari lingkungan)
- Tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan dan lingkungan
- Bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh
Green chemistry atau kimia hijau dapat dijadikan alternatif untuk praktikum yang ramah lingkungan, aman, serta ekonomis. Green chemistry menggunakan alat dan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari untuk menggantikan alat dan bahan kimia yang ada di laboratorium. Salah satu materi yang dapat dipraktikumkan dengan konsep Green chemistry adalah identifikasi asam basa. Identifikasi asam basa bisa menggunakan beberapa indikator seperti kertas lakmus, indikator universal, fenolftalein, metil jingga, metil merah, dan bromtimol biru. Namun indikator tersebut bisa digantikan dengan indikator alami yang berasal dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang digunakan antara lain mahkota bunga, daun, dan akar. Tumbuhan yang digunakan pun bermacam-macam antara lain, kunyit, bunga soka, bunga teleng, bunga bougenvil, bunga sepatu, dan kol merah. Asam dan basa yang diujikan pun tidak harus menggunakan asam dan basa yang ada di laboratorium seperti HCl, H2SO4, NaOH. Asam dan basa alami seperti cuka (CH3COOH), asam jeruk, air kapur (Ca(OH)2), dan soda kue (NaHCO3) bisa digunakan sebagai alternatif.
praktikum green chemistry
Dengan adanya praktikum kimia hijau atau Green chemistry diharapkan dapat mewujudkan praktikum yang ramah lingkungan, serta dapat menanamkan sikap cinta lingkungan kepada peserta didik yang merupakan generasi langit biru. Demikianlah cara saya mensukseskan program langit biru Pertamina. Semoga bermanfaat.
#Pertamina
#PertaminaChallenge
#GenLangitBiru
#BlogdanVlogCompettion
#LangitBiru

This entry was posted in

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar disini, tapi yang sopan ya :)